Diskoneksi dari Kenyataan

 


Apa yang dimaksud dengan ketenangan menurut pandangan orang lain? apakah disebut tenang jika tidak diganggu orang lain, atau dijauhi orang lain hanya untuk mencari ketenangan.  Ketenangan yang orang itu peroleh sebenarnya mudah, tapi tidak mudah untuk mengendalikannya.

Tenang baginya ialah sebuah suasana yang sunyi dimana dia sendiri di sebuah ruangan dengan damai, melakukan sesuatu atau mendiskusikan segala pikiran dan di dalam benaknya, entah itu berupa kenyataan ataupun hanya imajinasi yang lewat tentang hal yang tidak mungkin. Tapi orang itu sering melakukan itu,  melamun juga menurut orang itu membuatnya merasa tenang, saat melamun, kadang orang itu tenggelam dengan pikirannya sendiri dan melupakan kenyataan bahwa dia sedang berada di kelas dimana guru sedang menjelaskan pelajaran.  Orang itu sering ketinggalan penjelasan guru karena melamun, ketika melamun seolah masalah yang dia punya lewat begitu saja. Walaupun orang itu sering melamun, tampaknya dia kurang dapat mengendalikan emosi ketika marah, terutama jika terhadap adiknya. Orang itu terkadang menjadi seorang yang tiba-tiba menyimpan kebencian terhadap orang lain, sungguh dia merasa lonjakan amarah ini susah untuk dikendalikan bahkan untuk sesama temannya sendiri. 

Mencoba sabar pun dia susah untuk lepas, hingga sekarang sebenarnya orang itu masih menyimpan kebencian terharap beberapa orang, dia bertemu mereka tiap hari dan berbicara layaknya normal tapi rasa ini seperti tidak bisa hilang,  hatinya masih menyimpan kebencian dan dendam, tapi sikapnya tidak.  Pikiran seolah orang itu tidak akan memaafkan siapapun terus muncul di dalam benaknya, dan ini sudah hampir 1 bulan. Orang itu bukan tipe orang yang akan pasti membalas dendam, namun pikiran itu terus mengganggunya.

Karena itu orang itu sering melamun untuk melupakan semuanya untuk sesaat. Namun lama kelamaan dia yang melamun memikirkan imajinasi sekarang berubah menjadi memikirkan pikiran itu terus-menerus, pikiran ini memengaruhi pandangannya terhadap mereka dan menjadikan interaksi yang canggung, orang itu belum dapat menemukan solusi.