Rugi


Orang itu harusnya merasa bersyukur akan kemampuan yang ia miliki. Sebab dia suka membanding-bandingkan dirinya, bahkan menganggap teman-temannya lebih buruk daripadanya. Tapi dia melakukan itu setelah dia mengetahui sifat asli mereka, jati diri mereka yang sebenarnya. Orang itu berharap dapat melupakannya, tapi itulah hidup, jalan keluar pasti ada, hanya butuh waktu maka jalani saja. Orang itu ingin percaya bahwa mereka layak untuk tidak disukai, itu memang hak orang untuk tidak menyukai, dan dia tidak bisa membuat semua orang menyukainya.

Orang itu berpikir mereka pasti tidak pernah dirinya ditolak, dan merasakan pahitnya kehidupan, orang itu bisa tahu karena dia melihat betapa seringnya dia menghamburkan uang bersama pacarnya entah itu berbelanja, jalan-jalan, makan bersama, tapi orang itu tidak ikut campur "itu uang mereka, mereka punya hak untuk memakai sesuai kemauan mereka."

 Begitu orang itu pertama kali mengenal mereka lebih dekat pikiran terlintas kepadanya "pertemanan ini tidak sehat", karena orang itu tidak mendapatkan ekspetasinya, kini dia sadar, itulah hidup. Namun dia seringkali membiarkan orang lain mengatur dirinya, tapi tidak sikap dan pikirannya, orang itu tidak mau kesepian jadi dia ikut saja, dia rugi, tapi untuk apa?