Emosi pt2

 


Memiliki emosi membuat seorang manusia dapat merasakan sesuatu, dengan emosi seseorang dapat disegani, disukai, dan dibenci. Emosi juga menyebabkan hal lain seperti kekerasan dan kebencian. Lantas, jika seseorang tidak memiliki emosi, dapatkah disebut sebagai manusia?

Masalah besar mengenai emosi adalah cara pengendaliannya, emosi terkadang dilepaskan atau diluapkan begitu saja oleh seseorang. Dan ketika orang itu sudah dikendalikan oleh emosinya, orang itu akan seperti orang gila. Pengendalian emosi sangatlah sulit, terutama amarah. Tapi ada beberapa faktor yang menyebabkan sulitnya pengendalian amarah seperti lingkungan, ya, betul, lingkungan yang buruk akan menyebabkan pengendalian emosi sering terhindari. Lingkungan yang buruk...

Seperti halnya sebuah keluarga yang seharusnya menjadi keluarga yang harmonis dan berbehagia, tetapi karena ketidakmampuan keluarga tersebut menciptakannya, tetapi bukan karena keluarga itu sendiri, ada faktor dari luar keluarga itu yang mendorong dan bahkan membuat lingkungan menjadi tambah buruk. Hal itu tidak dapat dihindari. 

Faktor dari luar keluarga itu sangat memengaruhi perilaku dan emosi seluruh orang, satu orang yang buruk baik perilaku ataupun emosinya akan menyebar ke orang lain dalam keluarga itu. Lantas, apakah ini adalah takdir? takdir untuk hidup di lingkungan yang buruk dan menjalani sehari-hari dengan menyaksikan segala macam keburukan di rumah ini? ini tidak bisa dihindari bukan? bagaimana jika seseorang dalam keluarga itu hanya ingin keluarganya bahagia? dan dia juga tertular, dia bahkan meledak pada adiknya walau dia tidak ingin begitu, dia sangat sayang adiknya dan keluarganya, apakah tidak bisa bahagia selama keluarga itu masih tinggal bersama faktor eksternal itu? seseorang dalam keluarga itu perlu diyakinkan untuk percaya kalau ini bukanlah takdir, tapi kenyataan yang orang itu lihat sehari-hari selalu sama dan akan terus sama sehingga tidak akan pernah berubah, bagaimana jika orang itu tersesat karena terlalu banyak berpikir? apakah ada yang akan menolongnya? orang itu selalu ingin minta maaf kepada dirinya dan keluarganya, orang itu tidak ingin tersesat, dia tahu mana yang benar dan salah tetapi pikirannya selalu saja menghancurkan keyakinannya sendiri. 

Semua orang dalam keluarga itu bisa saja sudah tercemar, setidaknya salah satu dari mereka pasti pernah. Hancur. Itu adalah satu kata yang menggambarkan keluarga itu. Tetapi hancur itu disebabkan oleh kerusakan yang hanya disebabkan oleh faktor eksternal itu. Biarkan takdir yang menyudahi lingkaran setan ini.